PERGAULAN TEMAN SEBAYA DALAM PEMBENTUKAN KONSEP DIRI SISWA

  • Darminto Dongoran Universitas Kristen Indonesia
  • Fredik Melkias Boiliu Univesitas Kristen Indonsesia
Keywords: Pergaulan, teman sebaya, Pembentukan konsep diri

Abstract

Konsep diri adalah pemikiran, perasaan serta gambaran mengenai diri sendiri yang meliputi  karakteristik dan ciri-ciri yang ada pada diri  individu. Penelitian  ini bertujuan  untuk  melihat konsep diri yang dimiliki siswa dalam pergaulan teman sebaya di Sekolah Menengah Kejuruan 1 PSKD Jakarta Pusat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner mengenai Pergaulan Teman Sebaya dan Pembentukan Konsep Diri dengan jumlah populasi sebanyak 42, sebagai sampel berjumlah 30 orang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) Pada uji  korelasi  terdapat  hubungan  antara  pergaulan teman sebaya dengan pembentukan konsep diri sebesar 0,645 (64,5%) yang apabila ditinjau berdasarkan tabel pedoman interpretasi koefisien korelasi menunjukkan korelasi kedua variabel bersifat kuat. (2) Pada uji Regresi, diperoleh hasil regresi sebesar 0,645 atau 64,5% dan apabila ditinjau dari R Square atau Determinasi Variansnya sebesar 0,395 atau 39,5% yang artinya hanya sebesar 39,5% keterhubungan pergaulan teman  sebaya  dengan  pembentukan konsep diri dan selebihnya dipengaruhi oleh faktor lain. (3) Dari hasil analisis data uji signifikansi diperoleh hasil Anova 0.000 <0,05, yang menunjukkan  bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pergaulan teman sebaya dengan  pembentukan konsep diri. (4) Diperoleh model persamaan regresi yaitu ̂= - 2.596 + 0.946X, artinya adalah apabila siswa memiliki hubungan pergaulan teman   sebaya   maka   sangat kuat hubunganya dengan pembentukan konsep diri

References

Alex. (2010). Psikologi Umum. Bandung: CV.Pustaka Setia.
Andi Vonda Osada Junike, Jumaini, W. (n.d.). Konsep Diri Remaja Putus Sekolah Di Panti Sosial Bina Remaja Rumbai (PSBR). JOM, 2(2), 935–943.
B.Elizabeth, H. (2002). Psikologi Perkembanan. Jakarta: Erlangga.
Desmita. (2014). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Ghufron. (2010). Teori- teori Psikologi. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Gita Kania Saraswatia, Zulpahiyana, S. A. (2015). Siti Arifah, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsep Diri Remaja Di SMPN 13 Yogyakarta. Journal Ners And Midwifery Indonesia, 3(2), 33–38.
H, A. (2009). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Aditama.
Hadi, A. S. (2008). Pendidikan (Suatu Pengantar). Surakarta: UNS Press.
Irtanti, E. R. (2014). “Etika.” Jakarta: Universitas Kristen Indonesia.
Izzaty, R. E. (2008). Perkembangan Peserta Didik. Yogyakarta: UNY Press.
J.P, C. (2004). Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: Rajawali Pers.
Novia Dwi Rahmaningsih, W. M. (n.d.). Dinamika Konsep Diri pada Remaja Perempuan Pembaca Teenlit. Jurnal Psikologi, 41(2), 179 – 189.
Ranny, Rize Azizi A.M, Ervina Rianti, Sinta Huri Amelia & Maya Nova Nurva Novita, E. L. (2017). Konsep Diri Remaja dan Peranan Konseling. Jurnal Penelitian Guru Indonesia - JPGI, 2(2), 40–47.
Santrock, J. W. (2007). Remaja, Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sunaryo. (2015). Psikologi Keperawatan. Jakarta: EGC.
Sundari, R. dan. (2004). Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Syamsu, Y. L. N. (2000). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.
W.Nina, S. (2012). Psikologi Sosial-Sebagai Akar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Simbiosa Rekatama Media.
W.Sarwono, S. (2003). Psikologi Remaja. Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada.
Zulkifli. (2001). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Pt Remaja Rosdakarya.
Published
2020-11-28
How to Cite
Dongoran, D., & Boiliu, F. M. (2020). PERGAULAN TEMAN SEBAYA DALAM PEMBENTUKAN KONSEP DIRI SISWA. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 6(2), 381-388. https://doi.org/10.31949/educatio.v6i2.560
Section
Articles