Perbedaan Perceived Restorativeness Antara Siswa Yang Bersekolah Di Sekolah Alam Dengan Sekolah Umum

  • Johan Satria Putra Universitas YARSI
Keywords: perceived restorativeness, sekolah alam, sekolah umum

Abstract

Pengalaman restoratif atau perceived restorativeness adalah suatu pemulihan kondisi individu dari kelelahan psikologis sebagai akibat dari aktivitas sehari-hari. Ruang bagi anak untuk berinteraksi dengan alam dewasa ini semakin sedikit, sehingga perceived restorativeness menjadi menurun. Salah satu jenis sekolah yang ada saat ini yang memiliki unsur-unsur alami adalah sekolah alam, namun masih sangat sedikit penelitian psikologi di Indonesia dengan objek sekolah alam ini.. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana perbedaan perceived restorativeness antara anak yang bersekolah di sekolah alam dengan anak yang bersekolah di sekolah umum. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif untuk melihat perbedaan perceived restorativeness antara dua kelompok subjek tersebut menggunakan teknik uji komparasi. Instrumen yang digunakan adalah skala PRCSC-II. Hasilnya ditemukan bahwa terdapat perbedaan  perceived restorativeness antara siswa sekolah alam dengan sekolah umum (p<0,05), dengan tingkat perceived restorativeness pada siswa sekolah negeri lebih tinggi daripada siswa sekolah alam. Perbedaan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu kerapian dan kelebatan elemen hijau di sekolah yang bersangkutan, keberadaan teman, serta aktivitas yang dilakukan di sekolah. Diharapkan dari hasil penelitian ini nantinya dapat diaplikasikan, baik oleh pihak sekolah umum maupun sekolah alam, untuk merancang lingkungan sekolah yang lebih restoratif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Collado, S. & Corraliza, J.A. (2015). Children’s restorative experiences and self-reported environmental behaviors. Environment and Behavior, 47(1), 38-56.
Gilchrist, K. (2015). Promoting wellbeing through environment: the role of urban forestry. Parallel session 1b: Promoting green networks and human wellbeing, 84-93. Retrieved 14 June 2017, from www.forestry.gov.uk.
Gillis, K. & Gatersleben, B. (2015). A Review of psychological literature on the health and well-being benefits of biophilic design. Buildings, 5, 948-963.
Han, K.-T. (2003). A reliable and valid self-rating measure of the restorative quality of natural environments. Landscape and Urban Planning, 64, 209-232.
Hansmann, R., Hug, S., & Seeland, K. (2007). Restoration and stress relief through physical activities in forests and parks. Urban forestry and Urban Greening, 6, 213-225.
Hartig, T. (2007). Three steps to understanding restorative environments as health resources. In: Thompson, C.W. & Travlou, P. (eds). Open Space: People Space. pp.163-180.
Hartig, T., Korpela, K., Evans, G.W., & Garling, T. (1996). Validation of measure of perceived environmental restorativeness. Goteborg Psychological Reports, 26, 1-64.
Iskandar, Tb.Z. (2012). Psikologi Lingkungan : Teori Dan Konsep. Bandung: Ikapi.
Ivarsson, C.T. & Hagerhall, C.M. (2008). The perceived restorativeness of gardens – Assessing the restorativeness of a mixed built and natural scene type. Urban Forestry & Urban Greening, 7, 107-118.
Jaenudin, U. & Marliani, R. (2017). Psikologi Lingkungan. Bandung: Pustaka Setia.
Joye, Y. & Van den Berg, A.E. (2013). Restorative environments. In: Steg, L., Van den Berg, A.E., & De Groot, J.I.M. (eds). Environmental Psychology, An Introduction. Oxford: Blackwell.pp.58-66.
Korpela, K., Kytta, M., & Hartig, T. (2002). Restorative experience, self-regulation, and children’s place preferences. Journal of Environmental Psychology, 22, 387-398.
Matsuoka, R. (2010). Student performance and high school landscapes: Examining the links. Landscape and Urban Planning, 97, 273-282.
Putra, J.S., Arlinkasari, F., & Caninsti, R. (2017). How restorative is your surroundings? (and how it benefits you). 1st International Conference on Urbanism and Religiosity Proceeding, 107-114, ISBN:978-602-50886-05.
Tsunetsugu, y. Park, B.J., & Miyazaki. (2010). Trends in research related to ‘Shinrin-yoku’ (taking in the forest atmosphere or forest bathing) in Japan. Environmental Health and Preventive Medicine, 15, 27-37.
Tryvainen, L., et.al. (2014). The influence of urban green environments on stress relief measures: A field experiment. Journal of Environmental Psychology, 38, 1-9.
Van den Berg, A.E., Hartig, T., & Staats, H. (2007). Preference for Nature In Urbanized Societies: Stress, Restoration, And The Pursuit Of Sustainability. Journal of Social Issues, 63 (1), 79-96.
Van den Berg, A.E., Jorgensen, A., & Wilson, E.R. (2014). Evaluating restoration in urban green spaces: Does setting type make a difference? Landscape and Urban Planning, 127, 173-181.
Published
2021-06-04
How to Cite
Johan Satria Putra. (2021). Perbedaan Perceived Restorativeness Antara Siswa Yang Bersekolah Di Sekolah Alam Dengan Sekolah Umum. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 7(2), 452-458. https://doi.org/10.31949/educatio.v7i2.1078
Section
Articles