CHARACTER IN THE LOCAL WISDOM OF REWANG OF THE JOTOSANUR VILLAGE COMMUNITY AS A STRATEGY TO STRENGTHEN THE PROFILE OF PANCASILA STUDENTS IN ELEMENTARY SCHOOLS

Authors

  • Mochammad Miftachul Huda Universitas Muhammadiyah Lamongan
  • M. Supriatna Universitas Pendidikan Indonesia
  • Z. Abidin Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31949/jcp.v9i1.3848

Keywords:

character, local wisdom, rewang, pancasila student’s profile, elementary school

Abstract

This study aims to produce an analytical description of the background, understanding, form, and process and reveal the characters in the local wisdom of rewang in the people of Jotosanur Village, Lamongan, East Java Province. Based on the scope of the study, the characteristics that can be adopted, developed, and integrated into learning activities in elementary schools are revealed. The methods include a literature review and field studies using interview techniques, observation, and documentation studies on primary and secondary data sources. The results of this study show that in the Rewang local wisdom of the Jotosanur village community, there is the main character of gotong royong. In contrast, the supporting characters include the characters of harmony, caring, and togetherness. The characters contained through rewang can be adopted, developed, and integrated into learning activities in schools as an innovative learning strategy in elementary schools to strengthen the profile of Pancasila students. Especially in elements 1) global diversity, namely to know and appreciate the culture of the Lamongan region, being able to communicate and interact with others, and responsibility for the implementation of diversity and elements 2) cooperation which includes collaboration, caring, and sharing.

Studi ini bertujuan untuk menghasilkan deskripsi analitis tentang latar belakang, pengertian, bentuk, proses, dan mengungkap karakter yang terdapat dalam kearifan lokal rewang pada masyarakat Desa Jotosanur, Lamongan, Provinsi Jawa Timur. Dalam budaya terdapat karakter yang bisa diinternalisasi dalam sebuah pembelajaran, termasuk budaya rewang. Berdasarkan lingkup kajian tersebut, diungkap karakter yang dapat diadopsi, dikembangkan, dan diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran di Sekolah Dasar. Metode yang digunakan meliputi kajian literatur dan kajian lapangan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap sumber data primer dan sumber data sekunder. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan tahapan Miles dan Huberman yaitu 1) mereduksi data yang diperoleh dari berbagai teknik pengumpulan data berdasarkan tujuan penelitain, 2) mendisplay data hasil reduksi, dan melakukan verifikasi kesimpulan terhadap data yang diperoleh. Hasil kajian ini, bahwa dalam kearifan lokal rewang masyarakat desa Jotosanur terdapat karakter utama gotong royong, sedangkan karakter penunjang meliputi karakter kerukunan, peduli, dan kebersamaan. Karakter-karakter yang terkandung melalui rewang dapat diadopsi, dikembangkan, dan diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran di Sekolah sebagai sebuah strategi pembelajaran inovatif di Sekolah Dasar untuk menguatkan profil pelajar Pancasila utamanya pada elemen 1) berkebhinekaan global yaitu untuk mengenal dan menghargai kebudayaan daerah Lamongan, mampu berkomunikasi dan berinteraksi terhadap sesama, dan tanggung jawab terhadap implementasi kebhinekaan dan elemen 2) gotong royong yang meliputi kolaborasi, kepedulian, dan berbagi terhadap sesama. Karakter-karakter dari budaya di Indonesia sangat banyak sekali untuk diintegrasikan dalam sebuah pembelajaran di sekolah dasar.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afifah, S. (2022). Tradisi Rewang Dalam Kajian Psikologi Sosial. Indonesian Journal of Behavioral Studies, 2(2), 97-106.

Ardhyantama, V. (2017). Pendidikan karakter melalui cerita rakyat pada siswa sekolah dasar. Indonesian Journal of Primary Education, 1(2), 95-104.

Carstens, K. J., Mallon, J. M., Bataineh, M., & Al-Bataineh, A. (2021). Effects of Technology on Student Learning. Turkish Online Journal of Educational Technology-TOJET, 20(1), 105-113.

Dewanti, N. (2021). Pelaksanaan Pembelajaran dan Bentuk Penilaian pada Masa Pandemi Covid 19. Jurnal ORTOPEDAGOGIA, 7(1), 19-22.

Fatmawati, I. (2020). Antropologi Budaya Pendekatan Habonaron Do Bona Sebagai Falsafah Hidup Masyarakat Simalungun. Deepublish.

Hanafi, M., & Rappang, S. M. (2017). Membangun Profesionalisme Guru Dalam Bingkai Pendidikan Karakter. Jurnal Ilmu Budaya, 5(1), 35-45.

Handayani, S. A. (2020). Humaniora dan era disrupsi teknologi dalam konteks historis. UNEJ e-Proceeding, 19-30.

Hasbullah, H. (2012). Rewang: Kearifan Lokal dalam Membangun Solidaritas dan Integrasi Sosial Masyarakat di Desa Bukit Batu Kabupaten Bengkalis. Sosial Budaya, 9(2), 231-243.

Hidayatloh, S. (2019). Nilai-nilai kearifan lokal upacara adat Ngikis di situs Karangkamulyan kabupaten Ciamis. Patanjala, 11(1), 97-113.

Ibnu, S., & Tahar, M. M. (2021). Local wisdom-based character education for special needs students in inclusive elementary schools. Cypriot Journal of Educational Sciences, 16(6), 3329-3342.

Irfan, M. (2017). Metamorfosis gotong royong dalam pandangan konstruksi sosial. Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 4(1), 1-10.

Jamaludin, J., Amus, S., & Hasdin, H. (2022). Penerapan Nilai Profil Pelajar Pancasila Melalui Kegiatan Kampus Mengajar Di Sekolah Dasar. Jurnal Cakrawala Pendas, 8(3), 698-709.

Muchtar, D., & Suryani, A. (2019). Pendidikan karakter menurut kemendikbud. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 3(2), 50-57.

Njatrijani, R. (2018). Kearifan lokal dalam perspektif budaya Kota Semarang. Gema Keadilan, 5(1), 16-31.

Nugraha, R. S., Sumardi, S., & Hamdu, G. (2017). Desain Pembelajaran Tematik Berbasis Outdoor Learning Di SD. Indonesian Journal of Primary Education, 1(1), 34-40.

Pratiwi, N. I. (2017). Penggunaan Media Video Call dalam Teknologi Komunikasi. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial, 1(2), 212.

Qodariah, L., & Armiyati, L. (2013). Nilai-Nilai kearifan lokal masyarakat adat Kampung Naga sebagai alternatif sumber belajar. SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 10(1).

Ratnawati, S. R. (2020). Peace Building Berbasis Kearifan Lokal Di Dusun Trenceng Desa Mrican Jenangan Ponorogo. Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam, 14(2), 303-324.

Risdianto, E. (2019). Analisis pendidikan indonesia di era revolusi industri 4.0. April, 0–16. Diakses pada, 22.

Rosita, D., Sutisnawati, A., & Uswatun, D. A. (2022). Pendidikan Karakter Nilai Disiplin Dan Tanggung Jawab Dalam Pembelajaran Tematik Di Sekolah Dasar. Jurnal Cakrawala Pendas, 8(2), 449-456.

Sefriyanto, D., Bahzar, M., & Marwiah, M. (2022). Anthropological Sociological Review Of Javanese Rewang Culture In Sidodadi Village, Samarinda Ulu District, Samarinda City. Unmul Civic Education Journal, 5(1), 69-75.

Supriatna, M. dkk. (2020). Pendidikan Berbasis Etnik. Tulungagung: Akademia pustaka.

Widiningsih. 2020. Strategi Pemberdayaan Komunitas Berbasis Kearifan Lokal Sosiologi kelas XII. Jakarta: Dikdasmen

Widiyaningsih, A. E., & Yani, M. T. (2022). Partisipasi Masyarakat Dalam Mewujudkan Desa Sadar Kerukunan Antarumat Beragama Di Desa Laban Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik. Journal of Civics and Moral Studies, 7(1), 44-60.

Yulianto, A., Fadriyah, A., Yeli, K. P., & Wulandari, H. (2018). Pendekatan saintifik untuk mengembangkan karakter disiplin dan tanggung jawab siswa sekolah dasar. Metodik Didaktik, 13(2), 87-89.

Downloads

Published

2023-01-30

How to Cite

Huda, M. M., Supriatna, M., & Abidin, Z. (2023). CHARACTER IN THE LOCAL WISDOM OF REWANG OF THE JOTOSANUR VILLAGE COMMUNITY AS A STRATEGY TO STRENGTHEN THE PROFILE OF PANCASILA STUDENTS IN ELEMENTARY SCHOOLS. Jurnal Cakrawala Pendas, 9(1), 117–125. https://doi.org/10.31949/jcp.v9i1.3848

Issue

Section

Articles