SCIENCE PROCESS SKILLS IN THE "NAWU HIPE" CUSTOM OF THE PEOPLE OF PALU'E ISLAND, SIKKA DISTRICT

Authors

  • Marianus Yufrinalis Universitas Nusa Nipa
  • Sukarman Hadi Jaya Putra Universitas Nusa Nipa
  • Maria Helvina Universitas Nusa Nipa
  • Maria H.D. Bunga Universitas Nusa Nipa

DOI:

https://doi.org/10.31949/jcp.v9i1.3573

Keywords:

Analysis, Science Process Skills, Nawu Hi'pe

Abstract

The indigenous people of Palu'e Island, Sikka Regency, NTT Province, have used geothermal energy to meet their needs for drinking water and to cook certain types of food. Geothermal will produce steam, a form of energy conversion where heat energy from within the earth is used for cooking Hi'pe (Canavalia ensivormis). Therefore, this study aims to analyze science process skills in Nawu Hi'pe activities implemented in elementary school science learning. This research uses mixed or mixed method research that combines two research methods: quantitative and qualitative. The research was conducted at Edo Khatolik Elementary School with as many as 22 students and five people from Palu'e Island, Sikka Regency, as a community sample. The results showed that students' science process skills per indicator were forecasting/predicting at 2.7 (good), observing at 3.75 (very good), conducting experiments at 3.7 (good), concluding at 3.6 (good ), and the last indicator is communicating at 3.65 (very good). The indicator with the lowest average is predicting at 2.7 (enough), and the highest is observing at 3.75 (very good). There was a difference in student learning outcomes between the pretest scores of 52.7273 and the posttest scores of 82.7273. The posttest value is much greater than the pretest value. Therefore, the science process skills of students taught through observing Nawu Hi'pe activities obtain higher learning outcomes after being given learning and included in the excellent category.

Masyarakat asli Pulau Palu'e, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, telah memanfaatkan energi panas bumi untuk memenuhi kebutuhan air minum dan memasak jenis makanan tertentu. Panas bumi akan menghasilkan uap yang merupakan bentuk konversi energi dimana energi panas dari dalam bumi digunakan untuk memasak Hi'pe (Canavalia ensivormis). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap keterampilan proses sains pada kegiatan Nawu Hi’pe yang akan diimplementasikan pada pembelajaran IPA di SD. Penelitian ini menggunakan metode campuran atau mixed method research yang menggabungkan dua metode penelitian yaitu metode kuantitatif dan metode kualitatif. Penelitian dilakukan di Sekolah SD Khatolik Edo sebanyak 22 siswa dan 5 orang Masyarakat Pulau Palu’e, Kabupaten Sikka sebagai sampel masyarakt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan proses sains peserta didik per indikator yaitu meramal/memprediksi sebesar 2,7 (Baik), mengamati sebesar 3,75 (sangat baik), melakukan percobaan sebesar 3,7 (baik), menyimpulkan sebesar 3,6 (baik), dan indikator yang terahkir yaitu mengkomunikasikan sebesar 3,65 (sangat baik). Indikator yang memperoleh rata-rata rendah yaitu indikator memprediksi sebesar 2,7 (cukup) dan indikator yang paling tinggi yaitu mengamati sebesar 3,75 (sangat baik). Terjadi perbedaan hasil belajar siswa nilai pada pretest sebesar 52,7273  dan nilai postest sebesar 82,7273. Nilai posttest jauh lebih besar dari nilai pretest. Oleh karena itu, Keterampilan proses sains siswa yang dibelajarkan melalui observasi kegiatan Nawu Hi’pe secara langsung  memperoleh memiliki hasil belajar lebih tinggi setelah diberikan pembelajaran dan termasuk kategori baik.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Marianus Yufrinalis, Universitas Nusa Nipa

 

 

 

Maria Helvina, Universitas Nusa Nipa

 

 

Maria H.D. Bunga, Universitas Nusa Nipa

 

 

References

Acesta, A. (2014). Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Sains Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Ipa. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar UNISSULA, 1(2), 96764.

Creswell, J. W. (2009). (2016). Creswell J.W.: Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches, London: Sage publications, 2009. Politeia VO - 6, 891(12), 191.

Fitri, agus zaenul, & Haryanti, N. (2020). Metode Penelitian Pendidikan kuantitatif,kualitatif dan Reasarch and Development. Madani Media, 115.

Frederiksen, M. (2013). Integration i “mixed methods” forskning: Metode eller design? Metode & Forskningsdesign, 1(1), 17–40. http://ojs.statsbiblioteket.dk/index.php/mf/article/view/8260

Handika, I., & Wangid, M. N. (2013). Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Penguasaan Konsep Dan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas V the Effect of Problem-Based Teaching on the Concept Mastery of Science and Science Process Skills of Grade V. Jurnal Prima Edukasia, 1(2), 85–93.

Janah, M. C., Widodo, A. T., & Kasmui. (2018). Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Dan Keterampilan Proses Sains. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 12(1), 2097–2107.

Juhji, J. (2016). Peningkatan Keterampilan Proses Sains Siswa Melalui Pendekatan Inkuiri Terbimbing. Jurnal Penelitian Dan Pembelajaran IPA, 2(1), 58. https://doi.org/10.30870/jppi.v2i1.419

Kumala, F. N. (2016). Pembelajaran IPA Sekolah Dasar. In Journal of Chemical Information and Modeling (Vol. 8, Issue 9).

Kurnia, I. W. S., & Wulandari, R. (2020). Analisis kemampuan kognitif dalam pembelajan IPA SMP. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI), 3(2), 145–152.

Lusidawaty, V., Fitria, Y., Miaz, Y., & Zikri, A. (2020). Pembelajaran Ipa Dengan Strategi Pembelajaran Inkuiri Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Dan Motivasi Belajar Siswa Di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 4(1), 168–174. https://doi.org/10.31004/basicedu.v4i1.333

Murhaini, S., & Achmadi. (2021). The farming management of Dayak People’s community based on local wisdom ecosystem in Kalimantan Indonesia. Heliyon, 7(12), e08578. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2021.e08578

Mustaqim. (2016). Metode Penelitian Gabungan Kuantitatif Kualitatif / Mixed Methods. Jurnal Intelegensia, 04(1), 1–9.

Nuada, I. M., & Harahap, F. (2015). Analisis Sarana dan Intensitas Penggunaan Laboratorium Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa SMA Negeri Se-Kota Tanjungbalai. Tabularasa, 12(1), 89–106. https://doi.org/10.24114/jt.v12i1.3234

Portanata, L., Lisa, Y., & Awang, I. S. (2017). Analisis Pemanfaatan Media Pembelajaran IPA SD. Jurnal Pendidikan Dasar PerKhasa, 3(1), 337–348.

Puspita, A. R., Paidi, P., & Nurcahyo, H. (2017). Analisis keterampilan proses sains LKPD sel di SMA negeri Kota Bekasi. Jurnal Prodi Pendidikan Biologi, 6(3), 164–170. http://journal.student.uny.ac.id/ojs/index.php/pbio/article/view/7972

Rahayu, A. H., & Angg. (2017). Analisis Profil Keterampilan Proses Sains Siswa Sekolah Dasar Di Kabupaten Sumedang. Pesona Dasar (Jurnal Pendidikan Dasar Dan Humaniora), 5(2), 22–33. https://doi.org/10.24815/pear.v7i2.14753

Sappaile, B. I. (2007). Konsep Instrumen Penelitian Pendidikan. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 13(66), 379–391. https://doi.org/10.24832/jpnk.v13i66.356

Sayekti, I. C., & Kinasih, A. M. (2018). Kemampuan Guru Menerapkan Keterampilan Proses Sains Dalam Pembelajaran Ipa Pada Siswa Kelas Iv B Sdm 14 Surakarta. Profesi Pendidikan Dasar, 1(1), 93. https://doi.org/10.23917/ppd.v1i1.4464

Sumiati, E., Septian, D., & Faizah, F. (2018). Pengembangan modul fisika berbasis Scientific Approach untuk meningkatkan Keterampilan Proses Sains siswa. Jurnal Pendidikan Fisika Dan Keilmuan (JPFK), 4(2), 75. https://doi.org/10.25273/jpfk.v4i2.2535

Suprayitno, A. R., & Lokal, P. M. (2008). Mengembangkan Kapasitas Masyarakat Pedesaan Dalam Berswasembada Energi Melalui Pendidikan: Pengembangan Energi Hijau (Green Energy) sebagai Energi Alternatif. Jurnal Penyuluhan, 4(2), 2–5.

Susilawati, & Sridana, N. (2015). Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Jurnal Tadris IPA Biologi FTIK IAIN Mataram, 8(1), 27–36.

Wahyudi, L. E., & Supardi, Z. A. I. (2013). Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Pada Pokok Bahasan Kalor Untuk Melatihkan Keterampilan Proses Sains. Jipf, 02(02), 62–65.

Widodo, J. (2012). Urban Environment and Human Behaviour: Learning from History and Local Wisdom. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 42(July 2010), 6–11. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2012.04.161

Yuliati, Y. (2016). Peningkatan Keterampilan Proses Sains Siswa Sekolah Dasar Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah. Jurnal Cakrawala Pendas, 2(2). https://doi.org/10.31949/jcp.v2i2.335

Downloads

Published

2023-01-29

How to Cite

Marianus Yufrinalis, Putra, S. H. J., Maria Helvina, & Maria H.D. Bunga. (2023). SCIENCE PROCESS SKILLS IN THE "NAWU HIPE" CUSTOM OF THE PEOPLE OF PALU’E ISLAND, SIKKA DISTRICT. Jurnal Cakrawala Pendas, 9(1), 12–22. https://doi.org/10.31949/jcp.v9i1.3573

Issue

Section

Articles