STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA BUKIT SULISTIYO DI DESA KALITENGAH

  • Mukhlis Universitas PGRI Semarang
  • Ervina Eka Subekti Universitas PGRI Semarang
  • Khusnul Fajriyah Universitas PGRI Semarang
  • Muhammad Agung Universitas PGRI Semarang
Keywords: pemberdayaan masyarakat, desa wisata, bukit sulistyo

Abstract

Abstrak

Salah satu alternative dalam upaya mengentaskan kemiskinan di daerah pedesaan terutama di Provinsi Jawa Tengah adalah dengan pengembangan desa wisata.  Desa Kalitengah memiliki sumber daya alam potensial yang melimpah berupa  pasir felspar. Kekayaan sumber daya alam tersebut  belum bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat karena pasir felspar langsung dijual pada investor untuk dikirim ke pabrik kramik di Jakarta. Berbagai komoditi potensial lainnya adalah singkong, pepaya, pisang, nangka dan ikan lele yang dijual tanpa pengolahan sehingga nilai jualnya rendah. Di Desa ini juga terdapat magnet wisata makam Bapak Dr.H. Sulistiyo, M.Pd  yang merupakan tokoh Pendidikan. Warga Desa Kalitengah tidak mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang cukup   untuk  mengembangkan industri kreatif  yang menunjang pengembangan desa wisata. Oleh karena itu perlu adanya upaya pemberdayaan masyarakat dengan memberikan pelatihan dan pendampingan industri kreatif sehingga bisa meningkatkan nilai jual yang pada akhirnya dapat  meningkatkan perekonomian di sana. Strategi Program yang dilaksanakan dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata bukt sulistiyo antara lain : membentuk kelompok Guidance Tourism (GT) , pemberikan pendidikan wisata bagi kelompok GT, Pelatihan membuat cinderamata dengan bahan dasar pasir felspar, Pelatihan membuat makanan olahan dari hasil pertanian untuk meningkatkan harga jual, dan Pendampingan perinjinan P-IRT.

 

Published
2020-10-01
How to Cite
Mukhlis, Subekti, E. E., Fajriyah, K., & Agung, M. (2020). STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA BUKIT SULISTIYO DI DESA KALITENGAH. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(4), 293-299. https://doi.org/10.31949/jb.v1i4.378
Section
Articles