ETIKA BISNIS MIYANG NELAYAN MUSLIM DESA KANDANGSEMANGKON PACIRAN LAMONGAN

  • Mahmudatur Rofi'ah UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Bisnis Miyang, Etika Bisnis Islam, nelaya

Abstract

Profesi nelayan dikenal dengan profesi yang memiliki ketidakpastian pendapatan sehingga mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat pesisir. Oleh karena itu, diperlukan strategi dalam menjalankan bisnis penangkapan ikan seperti yang dilakukan oleh nelayan desa Kandangsemangkon Paciran Lamongan. Strategi yang dilakukan oleh nelayan desa Kandangsemangkon adalah penerapan etika bisnis didalam kegiatan bisnis nelayan yang dinamakan etika bisnis miyang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis etika bisnis miyang dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan dalam perspektif etika bisnis Islam. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan observasi dan wawancara dengan nelayan yang berkaitan dengan etika bisnis miyang. Hasil dari penelitian ini bahwa etika bisnis miyang yang diterapkan oleh nelayan desa Kandangsemangkon memiliki kesesuaian dalam perspektif etika bisnis Islam yang didalamnya terdapat lima prinsip yaitu prinsip keadilan, kepercayaan, kebebasan, kejujuran dan kebahagiaan yang bertumpu pada Al-Qur’an dan Hadits mampu merubah tingkat kesejahteraan nelayan buruh di desa Kandangsemangkon, Paciran, Lamongan

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2021-04-17
Section
Articles