PENGARUH PEMBERIAN HERBISIDA SAFLUFENACIL 250 G/L + TRIFLUDIMOXAZIN 125 G/L TERHADAP PENGENDALIAN GULMA PADA PERTANAMAN Eucalyptus urophylla.

Authors

  • Yayan Sumekar
  • Agus Susanto UNPAD
  • Rama Adi Pratama UNPAD
  • Ai Yanti Rismayanti UNIGA
  • Siti Syarah Maesyaroh UNIGA

DOI:

https://doi.org/10.31949/agrivet.v10i1.2562

Keywords:

Fitotoksisitas, Gulma, Eucalyptus urophylla, Trifludimoxazin 125 g/l, Saflufenacil 250 g/l,

Abstract

Gulma merupakan salah satu kendala dalam pertanaman Eucalyptus urophylla. Gulma menurunkan kualitas dan kuantitas hasil pertanaman  Eucalyptus urophylla sehingga gulma harus dikendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian herbisida Saflufenacil 250 g/l + Trifludimoxazin 125 g/l untuk mengendalikan gulma pada pertanaman Eucalyptus urophylla. Percobaan dilaksanakan di lahan pertanaman Eucalyptus urophylla Kampung Pasir Ucing, Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada bulan Januari 2022 sampai April 2022. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Percobaan terdiri dari empat perlakuan herbisida berbahan aktif Saflufenacil 250 g/l + Trifludimoxazin 125 g/l dengan dosis A: 150 ml/ha, B: 200 ml/ha, C: 250 ml/ha, D: 300 ml/ha, E: perlakuan penyiangan manual dan F: perlakuan kontrol dengan tanpa pengendalian gulma. Hasil menunjukkan aplikasi herbisida berbahan aktif Saflufenacil 250 g/l + Trifludimoxazin 125 g/l dengan dosis B: 200 ml/ha dan dosis C: 250 ml/ha berpengaruh dan mampu menekan pertumbuhan gulma Imperata cylindrica dan gulma total sampai 8 minggu setelah aplikasi sedangkan gulma Cyperus kylingia, Ageratum conyzoides, Calopogonium mucunoides, Borreria latifolia, Stenochlaena sp. dan gulma spesies lain sampai 12 minggu setelah aplikasi serta tidak menimbulkan fitotoksisitas terhadap pertanaman Eucalyptus urophylla.

Downloads

Download data is not yet available.

References

DAFTAR PUSTAKA

Barus, E. (2003). Pengendalian Gulma di Perkebunan; Efektifitas dan Efisiensi Aplikasi Herbisida. Yogyakarta: Kanisius.
BASF Australia (2020). Voraxor Herbisida. Australia Ltd. Diakses hari Rabu, 15 Desember 2021, pukul 14.20 dari https://crop-solutions-Basf.com.au /files/2021-01/voraxor-label.pdf.
Damanik M. (2019). Kajian minyak atsiri pada ekaliptus umur 4 Tahun di PT.Toba Pulp Lestari. Kota Medan Sumatera Utara. Jurnal Ilmiah, 3(3), 49-53.
Du, H., Zeng, F., Peng, W., Wang, K., Zhang, H., Liu, L. And Song, T. (2015). Penyimpanan karbon dalam kronologi perkebunan kayu putih di Cina Selatan. Hutan 6: 1763–1778.
Ferreira, MC, Santos, RC, Castro, RVO, Carneiro, ACO, Silva, GGC, Castro, AFNM, Costa, SEL and Pimenta, AS. (2017). Produksi biomassa dan energi di perkebunan klon eukaliptus rotasi pendek dikerahkan di Rio Grande do Norte1. Revista rvore 41: 1–7.
Filho, ACF, Mola, YB dan González, JR. (2018). Rezim penjarangan dan jarak tanam awal untuk perkebunan kayu putih di Brasil. Anals Da Academia Brasileira de Ciencias, 90: 255–265.
Garau, A. M., C. M. Ghersa, J. H. Lemcoffdan J. J. Baranao. (2009). Weeds in Eucalyptus sp. Maidenii (F. Muell) Establishment: Effects of Competition on Sapling Growth and Survivorship. Journal New Forests, 37(3):251-264.
Hidayat, S., Bakar, M. S. A., Yang, Y., Phusunti, N., & Bridgwater, A. V. (2018). Characterisation and Py-GC/MS analysis of Imperata Cylindrica as potential biomass for bio-oil production in Brunei Darussalam. Journal of Analytical and Applied Pyrolysis, 134, 510-519.
Imana-Encinas, J., Santana, OA dan Imana, CR (2011). Rotasi optimal volumetrik dan ekonomis untuk produksi kayu bakar Eucalyptus urophylla di Ipameri, Negara Bagian Goias. Floresta, 44: 905-912.
Irvan, P. B. M., & Sasmitra, J. (2015). Ekstraksi 1, 8-cineole dari minyak daun Eucalyptus urophylla dengan metode soxhletasi. Jurnal Teknik Kimia USU, 4(3).
Morris, JIM, Ningnan, Z., Zengjiang, Y., Collopy, J. Dan Daping, X. (2004). Penggunaan air dengan pertumbuhan cepat Eucalyptus urophylla perkebunan di Cina selatan. Fisiologi Pohon, 24: 1035–1044.
Nambiar. (2015). Kehutanan untuk pembangunan pedesaan, pengurangan kemiskinan dan mitigasi perubahan iklim. Kehutanan Australia, 78: 55–64.
Orwa, C., Mutua, A., Kindt, R., Jamnadass, R. And Anthony, S. (2009) Agroforestry Database 4.0. World Agroforestry Center, Nairobi, Kenya.
Pariyanto, A., Sembodo, D. R. J. Dan Sugiatno. (2015). Efikasi Herbisida Flumioxazin pada Gulma Pertanaman Tebu Saccharum officinarum L. Lahan Kering Keprasan 1. Jurnal Agrotek Tropika, Vol. 3 No. 1: 99-105.
Pereira, F. C. M. (2019). Herbicides for Weed Control in Eucalypt1. Journal Revista Brasileira Herbicidas, 14(4):333-347.
Rimbawanto, A., B. Tjahjono, dan A. Gafur. (2014). Panduan Hama dan Penyakit Akasia dan Ekaliptus. Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan. Yogyakarta.
Saadaoui, E., Ben Yahi, K., Dhahri, S., Ben Jamaa, ML and Khouja, ML (2017). Gambaran respon adaptif terhadap cekaman kekeringan pada Eucalyptus spp. Studi Kehutanan, 67: 86–96.
Sembodo, D. R. J. (2010). Efikasi herbisida parakuat untuk pengendalian gulma pada budidaya kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) tanaman belum menghasilkan. Jurnal Agrotek Tropika, 8(2), 355-364.
Umiyati dan Denny, K. (2018). Pengendalian Gulma Umum dengan Herbisida Campuran Amonium Glufosinat 150 g/l dan Metil Metsulfuron 5 g/l pada Tanaman Kelapa Sawit TBM. J. Pen. Kelapa Sawit, 2018, 26(1): 29-35.
Umiyati, U. (2005). Sinergisme campuran herbisida klomazon dan metribuzin terhadap gulma. Jurnal Agrijati, 1(1): 216-219.
Yang, M., Tan, L., Xu, Y., Zhao, Y., Cheng, F., Ye, S. Dan Jiang, W. (2015). Pengaruh pH rendah dan toksisitas aluminium pada karakteristik fotosintesis dari klon eukaliptus yang tumbuh cepat berbeda yang diperbanyak secara vegetatif. PLOS SATU, 10: 1– 15.

Downloads

Published

2022-07-15

How to Cite

Yayan Sumekar, Susanto, A., Pratama, R. A., Rismayanti, A. Y., & Maesyaroh, S. S. (2022). PENGARUH PEMBERIAN HERBISIDA SAFLUFENACIL 250 G/L + TRIFLUDIMOXAZIN 125 G/L TERHADAP PENGENDALIAN GULMA PADA PERTANAMAN Eucalyptus urophylla. Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner), 10(1), 1–11. https://doi.org/10.31949/agrivet.v10i1.2562

Issue

Section

Articles