EFEKTIVITAS PENYULUHAN DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI DETEKSI BIRAHI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEBERHASILAN IB PADA SAPI POTONG

Authors

  • Lili Adam Yuliandri Peternakan UNMA
  • Ulfa Indah Laila Rahmah

DOI:

https://doi.org/10.31949/agrivet.v9i2.1799

Keywords:

Karakteristik peternak, efektivitas penyuluhan

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor karakteristik peternak yang mempengaruhi efektivitas penyuluhan, dan menganalisis efektivitas penyuluhan dalam penerapan teknologi deteksi birahi sebagai upaya meningkatkan keberhasilan IB pada sapi potong. Metode dalam penelitian ini adalah metode survey, dan data diperoleh dari 30 orang respoden secara sensus yaitu teknik pengambilan data dengan mengikutsertakan semua anggota populasi sebagai sampel penelitian. Variabel yang diukur adalah umur peternak, pendidikan peternak, lama beternak dan jumlah ternak. Selanjutnya, data diolah dengan uji regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh karakteristik peternak terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap, dan uji-t untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan sikap responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik peternak termasuk dalam kategori cukup baik, rata-rata responden berusia produktif dan berpendidikan formal. Pengetahuan tentang reproduksi sapi meningkat (P<0,05) dipengaruhi oleh pendidikan dan lama beternak, sementara sikap peternak tanggap terhadap hasil penyuluhan meningkat (P<0,05) hanya dipengaruhi oleh lamanya beternak. Maka dapat disimpulkan bahwa secara umum pengetahuan dan sikap peternak terhadap aplikasi teknologi birahi dominan dipengaruhi oleh faktor pendidikan dan lama beternak, dan penyuluhan dinilai cukup efektif untuk meningkatkan penerapan teknologi tersebut.

Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor karakteristik peternak yang mempengaruhi efektivitas penyuluhan, dan menganalisis efektivitas penyuluhan dalam penerapan teknologi deteksi birahi sebagai upaya meningkatkan keberhasilan IB pada sapi potong. Metode dalam penelitian ini adalah metode survey, dan data diperoleh dari 30 orang respoden secara sensus yaitu teknik pengambilan data dengan mengikutsertakan semua anggota populasi sebagai sampel penelitian. Variabel yang diukur adalah umur peternak, pendidikan peternak, lama beternak dan jumlah ternak. Selanjutnya, data diolah dengan uji regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh karakteristik peternak terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap, dan uji-t untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan sikap responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik peternak termasuk dalam kategori cukup baik, rata-rata responden berusia produktif dan berpendidikan formal. Pengetahuan tentang reproduksi sapi meningkat (P<0,05) dipengaruhi oleh pendidikan dan lama beternak, sementara sikap peternak tanggap terhadap hasil penyuluhan meningkat (P<0,05) hanya dipengaruhi oleh lamanya beternak. Maka dapat disimpulkan bahwa secara umum pengetahuan dan sikap peternak terhadap aplikasi teknologi birahi dominan dipengaruhi oleh faktor pendidikan dan lama beternak, dan penyuluhan dinilai cukup efektif untuk meningkatkan penerapan teknologi tersebut.

Downloads

Download data is not yet available.

References

DAFTAR PUSTAKA
Achjadi, R. K. (2013). REPRODUKSI (Manajemen Reproduksi dan Penanganan Gangguan Reproduksi). Anggota Komisi Bibit Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Praktisi Kesehatan Reproduksi.

Adiyanta, F. C. S. (2019). Hukum dan Studi Penelitian Empiris: Penggunaan Metode Survey sebagai Instrumen Penelitian Hukum Empiris. Administrative Law and Governance Journal, 2(4), 697–709. https://doi.org/10.14710/alj.v2i4.697-709

Ananda et al. (2019). Hubungan Antara Umur dengan Calving Interval , Days Open , dan Service Per Conseption Sapi Friesian Holstein (FH). 8(2).

BADAN PUSAT STATISTIK. 2016. Populasi Ternak Menurut Kabupaten/ Kota dan Jenis Ternak di Provinsi Jawa Barat. Badan Pusat Statistik. Bandunga.

Bulu, Y. G. (2016). Sikap Dan Perilaku Petani Terhadap Adopsi Teknologi Pertanian. Bptp, 1–9.

Kusumawati et al. (2018). Pengaruh Ketepatan Waktu Inseminasi Buatan Terhadap Tingkat Keberhasilan Kebuntingan Di Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang Jawa Timur. Journal of Chemical Information and Modeling, 05(02), 1689–1699.

Kurnia et al. (2019). Pengaruh Umur, Pendidikan, Kepemilikan Ternak Dan Lama Beternak Terhadap Perilaku Pembuatan Mol Isi Rumen Sapi Di Kut Lembu Sura. 1(2), 40–49.

Maryam et al. (2016). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi penentu pendapatan usaha peternakan sapi potong (studi kasus Desa Otting Kabupaten Bone). Jurnal Ilmu Dan Industri Peternakan, 3(1), 79–101.

Mona et al. (2015). Penggunaan Regresi Linear Berganda untuk Menganalisis Pendapatan Petani Kelapa. Studi Kasus: Petani Kelapa Di Desa Beo, Kecamatan Beo Kabupaten Talaud. D’CARTESIAN, 4(2), 196. https://doi.org/10.35799/dc.4.2.2015.9211

Mulyawati et al. (2016). Pengaruh Umur, Pendidikan, Pengalaman Dan Jumlah Ternak Peternak Kambing Terhadap Perilaku Sapta Usaha Beternak Kambing Di Desa Wonosari Kecamatan Patebon. Agromedia, 34(1), 85–90.

Rahmah, U. I. L. (2014). Hubungan Antara Karakteristik Dengan Respon Peternak Terhadap Introduksi Teknologi Inseminasi Buatan ( IB ) Pada Ternak Domba ( Studi Kasus di Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka ). Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Majalengka, 2(1996), 1–14.

Robiyanto et al. (2019). Peningkatan Pengetahuan Peternak Sapi Potong terhadap Teknologi Pengolahan Jerami Padi di Kabupaten Seluma Increased Knowledge of Beef Cattle Farmers on Rice straw Processing Technology in Seluma District. 978–979.

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. CV. Alfabeta. Bandung.

Downloads

Published

2021-12-29

How to Cite

Yuliandri, L. A., & Rahmah, U. I. L. (2021). EFEKTIVITAS PENYULUHAN DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI DETEKSI BIRAHI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEBERHASILAN IB PADA SAPI POTONG. Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner), 9(2), 176–184. https://doi.org/10.31949/agrivet.v9i2.1799

Issue

Section

Articles