ANALISIS SOSIAL EKONOMI DAUR ULANG KOTORAN TERNAK SAPI UPAYA MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN

  • Ida Marina Fakultas Pertanian
  • Lili Adam Yuliandri
  • Hani Sri Mulyani
Keywords: Agricultural Waste, Sustainable Agriculture, Socio-Economic

Abstract

Usaha peternakan yang sedang berkembang saat ini tidak sejalan dengan penerapan teknologi pengolahan limbah yang dihasilkan. Pengolahan limbah kotoran sapi khususnya jika dilihat dari aspek sosial ekonomi memberikan peluang bagi peternak pada peningkatan pendapatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak sosial dan ekonomi dari kegiatan pengolahan limbah kotoran sapi dengan responden kelompok peternak yang mendapatkan bantuan berjumlah 24 responden. Hasil penelitian dilihat dari aspek sosial dan lingkung menunjukan bahwa kotoran sapi yang diolah menjadi pupuk organik yang berasal dapat menghasilkan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman serta dapat mempertahankan produksi tanaman. Dari aspek ekonomi pemanfaatan  limbah yang kaya nutrisi akan berdampak pada hasil pupuk organik dan biogas yang dapat meningkatkan produktivitas  ternak, pendapatan peternak dan perbaikan lingkungan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[BPS] Badan Pusat Statistik. ISSN: 0215.2169. 2016 Jawa Barat dalam Angka. Jawa Barat: BPS
[BPS] Badan Pusat Statistik. 2017 Kabupaten Majalengka dalam Angka. Jawa Barat: BPS
Depdagri. 2008. Pemanfaatan Kotoran Ternak untuk Biogas. Jakarta: Direktorat pembinaan Masyarakat Desa, Depdagri
Hartono B. 2011. Analisis ekonomi rumah yangga peternak sapi potong di Kecamatan Damsol, Kabupaten Donggala, Propinsi Sulawesi Tengah. Jurnal Ternak Tropika [internet]. [Diunduh pada 2016 Sep 23]. 12(1):60-70. Tersedia pada : http://ternaktropika.ub.ac.id/index.php/tropika/article/view/114
Marlina, E.T., D. Z. Badruzzaman., I. Susilawati. 2017. Pengolahan Terpadu Limbah Sapi Potong menjadi PUPUK organik serta Aplikasinya Pada Pertumbuhan Rumput Gajah Odot (Pennisetum purpureumcv Mott). Laporan Penelitian. DRPMI Unpad, Bandung.
Mulyatun. 2016. Sumber Energi Terbarukan dan Pupuk Organik dari LimbahKotoran Sapi. DIMAS: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan. Volume 16, Nomor 1, Mei 2016 hal 196-199.
Osak RAF, Paneleween VVJ, Pandey J, Lumenta IDR. 2014. Pengaruh pendapatan rumah tangga terhadap konsumsi daging di Desa Sea I Kecamatan Pineleng. Jurnal Zootek [internet]. [Diunduh 2016 Nov 8].34(2): 10-19. Tersedia pada http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/zootek/article/viewFile/5522/5050
Prihandini P, dan Teguh. 2007. Petunjuk Teknis Pembuatan Kompos Berbahan Kotoran Sapi . ISBN: 978-979-8308-75-8. Agro Inovasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan.
Rahayu, D.R.U.S. dan A. S. Piranti. 2007. Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Untuk Produksi Ephipium Daphnia (Daphnia sp). Makalah Prosiding Seminar Nasional Biologi“Peran Biosistematika dalam Pengelolaan Sumberdaya Hayati Indonesia” tanggal 12 Desember 2009 di Fak. Biologi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.
Santoso, U. Manajemen Usaha Ternak Potong. Jakarta : Penebar Swadaya, 2006.
Sodiq, Akhmad., 2017. Livestock production system of beef cattle in the village and their development strategies. Journal of Agripet, Vol (17) No.1 : 60-66.
Wahyudi, J. 2013. Strategi Pengembangan BiogasPada Peternakan Sapi Perah. Jurnal Litbang, Vol IX (2):121-127.
Wahyuni, S. dan J. Musanif. 2008. Pembuatan Pupuk Organik Cair dan Pupuk Organik Padat dari Keluaran DigesterBiogas.http://pphp.deptan.go.id/xplore/files/PENGOLAHANHASIL/B1PupukCairDigester.pdf.Diakses tanggal 6 maret 2014.
Published
2021-07-26
Section
Articles