EFEKTIVITAS HERBISIDA PIRAZOSULFURON ETIL TERHADAP GULMA SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI SAWAH (Oryza sativa L.)

  • Dedi Widayat Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran
  • Yayan Sumekar
  • Michael Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran
  • Yuyun Yuwariah Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran
Keywords: herbisida, Etil pirazosulfuron 20%, gulma, padi sawah

Abstract

Gulma merupakan salah satu kendala utama dalam produksi padi sawah. Gulma menurunkan kualitas dan kuantitas hasil tanaman padi sawah sehingga gulma harus dikendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas herbisida berbahan aktif Etil pirazosulfuron 20% untuk mengendalikan gulma padi sawah. Percobaan dilaksanakan di SPLPP Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Ciparay, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat  pada bulan  November 2018 sampai Maret 2019. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok satu faktor dengan tujuh perlakuan dan empat ulangan. Percobaan terdiri dari lima perlakuan herbisida berbahan aktif Etil pirazosulfuron 20% dengsan dosis 12 g/ha, 16 g/ha, 20 g/ ha, 24 g/ha, pengendalian gulma manual, dan tanpa pengendalian gulma. Hasil menunjukkan bahwa aplikasi herbisida berbahan aktif Etil pirazosulfuron 20% mulai dosis 16-16 g/ha mampu menekan pertumbuhan gulma Ludwigia octovalis, Marsilea crenata, Monochoria vaginali, Sphenoclea zeylanica, Cyperus iria,   gulma species lain dan gulma total, serta menghasilkan produksi padi yang lebih optimal.

Kata kunci : herbisida, Etil pirazosulfuron 20%, gulma, padi sawah

Downloads

Download data is not yet available.

References

ANTRALINA, M. 2012. Karakteristik Gulma dan Komponen Hasil Tanaman Padi Sawah (Oryza satival.) Sistem SRI pada Waktu Keberadaan Gulma yang Berbeda. J. Agri dan PengemWilayah. 3(2)

ARIMBAWA, I.K.A., I.K.A. WIJAYA, I.A. MAYUN. 2021. Efektivitas Pemberian Beberapa Jenis Herbisida terhadap Pertumbuhan Gulma dan Hasil Padi Sawah dengan Sistem Tanam Tabur Benih Langsung Tanpa Olah Tanah (TABELATOT). Jurnal Agroekoteknologi Tropika, Vol. 10 (1): 38-49.

BADAN PUSAT STATISTIK (BPS). 2018. Luas Panen dan Produksi Beras 2018. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

FITRIANA, M. 2008. Pengaruh Periode Penyiangan Gulma Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Varietas Kenari. Jurnal Agria 5 (1): 1-4.

HARYONO, A. HENDRIADI, H. SEMBIRING, A. UNADI DAN NURJAMAN. 2012. Kebijakan Pencapaian Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan Lima Komoditas Utama Pertanian Melalui Pendekatan Sitem Dinamik. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

ISHAQ, A. DAN AFRIZON. 2016. Persepsi dan Tingkat Adopsi Petani Padi Terhadap Penerapan System of Rice Intensification (SRI) di Desa Bukit Peninjauan I, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma. Infomatika Pertanian. 20 (2):76-80.

IUPAC. 2014. Pyrazosulfuron Ethyl (Ref: NC 311). IUPAC Agrochemical Information, University of Hertfordshire, England, United Kingdom. 1053 Pp.

JATMIKO, S.Y., HARSANTI S., SARWOTO, DAN A.N. ARDIWINATA. 2002, Apakah Herbisida yang digunakan cukup aman? Hlm. 337 – 384. Dalam J. Soejitno, I.J. Sasa dan Hermanto (Ed.). Prosiding Seminar Nasional Membangun Sistem Produksi Tanaman Pangan Berwawasan Lingkungan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor.

LIN, X.Q., D.F. ZHU, H.Z. CHEN, AND Y.P. ZHANG. 2009. Effects of Plant Density and Nitrogen Application Rate on Grain Yield and Nitrogen Uptake of Super Hybrid Rice. Rice Science 16(2):138-142

MADKAR, O.R. 2002. Prospek Peningkatan Produktifitas Tanaman Pangan Pada Lahan Marginal Melalui Pengelolaan Gulma, Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Dalam Ilmu Gulma dan Herbisida. 11 September 2002, Unpad Bandung.

MAULANA, F. 2008. Keefektifan Berbagai Dosis Herbisida Campuran Berbahan Aktif Glisofat dan 2,4-D untuk Pengendalian Gulma pada Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea Mays L.) Tanpa Olah Tanah (TOT) [Skripsi]. Universitas Padjajaran.

MOENANDIR, J. 1993. Pengantar Ilmu dan Pengendalian Gulma. Rajawali Press: Jakarta. 10 Hlm.

MOENANDIR, J., 2010. Ilmu Gulma. Lab. SDL-Pusat Studi Gulma Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang.

PAL, S., R.K. GHOSH, H. BANERJEE, R. KUNDU AND A. ALIPATRA. 2012. Effect of pyrazosulfuron - ethyl on yield of transplanted rice. Indian Journal of Weed Science. 44(4): 210 – 213.

PANE, H., P. BANGUN, DAN S.Y. JATMIKO. 1999. Pengelolaan Gulma pada Pertanaman Padi Gogorancah dan Walik Jerami di Lahan Sawah Tadah Hujan. hlm. 321-334. Dalam S. Partohardjono, J. Soejitno, dan Hermanto Risalah Seminar Hasil Penelitian Emisi Gas Rumah Kaca dan Peningkatan Produktivitas Padi di Lahan Sawah. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor.

PURNOMO, W.E. DAN S. HASJIM. 2020. Efektivitas dan selektivitas beberapa bahan aktif herbisida untuk mengendalikan gulma pada dua varietas tanaman kacang panjang (Vigna sesquipedalis L.). Jurnal Proteksi Tanaman Tropis, Vol. 1(2): 48-54.

ROSS, M A.D J CHILDS.2010. Herbicide mode of action. Department of botany and plant phatology, Purdue University

RUDIYONO. 2016. Pengaruh Frekuensi Penyiangan Gulma terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Padi Sawah (Oryza sativa L.). SKRIPSI. Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, Bogor.

SEMBODO, DRJ. 2010. Gulma dan Pengelolaannya. Gaha Ilmu. Yogyakarta [ID]

SIMANJUNTAK, R., K. PUJI, S. YUDO .2016. Pengujuan Efikasi Herbisida Berbahan Aktif Etil Pirazosulfuron 10% Untuk Penyiangan Pada Budidaya Padi Sawah (Oryza sativa L.). Jurnal Produksi Tanaman, Volume 4, Nomor 1, Januari 2016, hlm. 31 – 39

SUKMAN, Y. DAN YAKUP. 2002. Gulma dan Teknik Pengendaliannya: Palembang, Fakultas Pertanian Universtias Sriwijaya Palembang

UMIYATI. 2016. Efikasi herbisida oksifluorfen 240 g/l untuk mengendalikan gulma pada budidaya padi sawah (Oryza sativa L). Jurnal Kultivasi, Vol. 15(2): 128-132.

Published
2021-07-26
Section
Articles