MENGEMBANGKAN INSTRUMEN PENGUKUR CRITICAL THINKING SKILLS SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA ABAD 21

  • Zaenal Arifin
Keywords: Critical Thinking Skills, Pengembangan Instrumen, Pembelajaran Matematika Abad 21.

Abstract

Mengembangkan instrumen pengukur critical thinking skills atau keterampilan berpikir kritis bertujuan untuk memberikan gambaran bagaimana langkah atau cara-cara yang harus dilaksanakan oleh seorang pendidik dalam mengembangkan instrumen sebagai pengukur kemampuan berpikir kritis siswa, khususnya mengembangkan instrumen pada mata pelajaran matematika. Adapun langkah-langkah dalam mengembangkan instrumen pengukur critical thinking skills adalah menyusun spesifikasi instrumen, menulis instrumen, menelaah instrumen, melakukan ujicoba instrumen, menganalisis butir instrumen, memperbaiki instrumen, dan merakit instrumen. Spesifiksi instrumen menunjukkan keseluruhan karakteristik yang harus dimiliki suatu instrumen. Penulisan soal merupakan langkah menjabarkan indikator menjadi pertanyaan-pertanyaan yang karakteristiknya sesuai dengan perincian pada kisi.kisi yang telah dibuat. Kegiatan analisis instrumen dilakukan terhadap masing-masing butir soal yang telah diberi skor dengan menggunakan model penskoran dikotomi dan politomi. Memperbaiki tes berarti melakukan perbaikan-perbaikan terhadap soal-soal yang belum sesuai dengan yang diharapkan. Setelah semua butir soal yang disusun dianalisis dan diperbaiki, selanjutnya adalah merakit butir-butir soal tersebut menjadi satu kesatuan instrumen.

References

AECT. (1977). The Definition of Educational Technology. Washington DC: AECT.
Alias, Siti Nursaila dkk. (2015). The Level of Mastering Forces in Equilibrium Topics by Thinking Skills. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding (IJMMU) Vol. 2, No. 5 : University Sains Malaysia, Pulau Pinang, Malaysia (diakses tanggal 28 oktober 2015)
Brookhart, S. M. (2010). How to assess higher-order thinking skills in your classroom. Alexandria, Virginia USA: ASCD.
Conklin, W. (2012). Higher-order thinking skills to develop 21st century learners. Huntington Beach: Shell Educational Publishing, Inc
Desmita. (2010). Psikologi Perkembangan Siswa,. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Elaine B. Johnson,. (2010). Contextual Teaching and Learning : Menjadikan Kegiatan Belajar Mengajar Mengasyikkan dan Bermakna : terj, Ibnu Setiawan. Bandung: Kaifa.
Gufron, Anik. (2011). Pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D) di Bidang pendidikan dan pembelajaran. Handout Pembelajaran FIP-UNY. Diakses dari: http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/HAND%20OUT%20MODEL%20%20R%20&%20D.pdf.
Musfiqon. (2012). Pengembangan Media & Sumber Pembelajaran. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.
Mustaji & Rusijono (2008). Penelitian Teknologi Pembelajaran. Surabaya: Unesa University Press.
Putra, Nusa. (2012). Research & Developmet, Penelitian dan Pengembangan: Suatu Pengantar.Jakarta: Rajawali Press.
Resnick, L. B. (1987). Education and learning to think. Washington, D.C: National Academy Press.
Published
2017-01-15
Section
Articles