PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS TEORI KECERDASAN MAJEMUK APA DAN BAGAIMANA MENGEMBANGKANNYA

  • Aep Sunendar
Keywords: Kecerdasan Majemuk, Matematika, Perangkat Pembelajaran

Abstract

Mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar, untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, inovatif dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Salah satu langkah penting untuk mencapai keberhasilan dalam proses pembelajaran matematika adalah dengan mempersiapkan terlebih dahulu perangkat pembelajaran yangakandigunakan. Persiapan itu dilakukan oleh guru dengan membuat perencanaan, menyusun langkah/skenario pembelajaran dan mempersiapakan alat, media dan penilaian yang dibutuhkan untuk menunjang proses pembelajaran yang akan dilaksanakan. Selain itu diperlukan suatu perangkat pembelajaran yang mengakomodasi setiap potensi yang dimiliki oleh siswa. Salah satu potensi tersebut adalah potensi kecerdasan majemuk. Kecerdasan majemuk merupakan potensi biopsikologis atau kapasitas yang berhubungan dengan delapan area kecerdasan.Delapan area dari kecerdasan tersebut berhubungan dengan kemampuan individu secara linguistik, matematik, spasial, kinestetik, musik, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis.

References

Amstrong, T. (2009). Multiple Intelligence in the Classroom (3rded.). Alexandria: ASCD
Amstrong, T. (2013). Kecerdasan Multipel di dalam Kelas. (Terjemahan Dyah Widya Prabaningrum). Alexandria: ASCD. (Buku asli diterbitkan tahun 2009).
Calik, B. & Birgili, B. (2013). Multiple Intelligence Theory for Gifted Education: Criticism and Implications. Journal for the Education of the Young Scientist and giftedness. 1. 2147-9518.
Chatib, M. (2009). Sekolahnya Manusia: Sekolah Berbasis Multiple Intelligences di Indonesia. Bandung: Khaifa.
Cicek, V. & Tok, H. (2013). Effective use of lesson plans to enhance education in U. S. and Turkish Kindergarten thru 12th Grade Public School System: A Cmparative Study. International Jurnal of Teaching and Education. 2, 2336-2022.
Daryanto & Dwicahyono, A. (2014). Pengembangan Perangkat Pembelajaran (silabus, RPP, PHB, Bahan Ajar). Yogyakarta: Gava Media.
Fleetham, M. (2006). Multiple Inteligences in Practice (enhancing self-esteem and learning in the classroom). London: Continuum
Gardner, H. (1995). Reflection on Multiple Intelligences: Myths and messages. Phi Delta Kappan. 77.200-209. Diakses 20 Februari 2015, dari http://learnweb.harvard.edu/WIDE/courses/files/reflections.pdf.
Gardner, H. (2010). Celebrating Every Learner: Activities and Strategies for Creating a Multiple Intelligences Classroom. San Francisco: Jossey- Bass.
Gardner, H. (2011). Frame of Mind: The Theory Multiple Intelligences- 10th anniversary edition. New York: Basic Book.
Gardner, H. (2013). Multiple Intelligences: Teori dalam Praktik. Tangerang Selatan: Interaksara.
Hoerr, T. R. (2000). Becoming a multiple intelligences school . Alexandria. ASCD.
Hudojo, H. (1988). Mengajar dan Belajar Matematika. Jakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi P2LPTK.
Jasmine, J. (2012). Metode Mengajar Multiple Intelligences. Bandung: Nuansa Cendekia.
Kemendikbud. (2013). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 65 tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
_________. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 104 tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar Oleh Pendidik Pada Pendidikan Dasar dan Menengah .
Kyriacou, C. (2009). Effective Teaching in School. Chetelham: Stainley Thornes.
Majid, A. (2011). Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Majid, A. (2014). Implementasi Kurikulum 2013: Kajian Teoritis dan Praktis. Bandung: Interes Media.
Marsigit. (2013). Tantangan dan Harapan Kurikulum 2013 Bagi Pendidikan Matematika. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika, di Universitas PGRI Yogyakarta.
Miller et al. (2009). Measurement and Assessment in Teaching. Upper Saddle River: Pearson Education, Inc.
Moore, K. D. (2009). Effective Instructional Strategies. London: SAGE Publications.
Nikolic, V. & Cabaj, H. (1999). Am I Teaching Well? (self- evaluation strategies for Effective Teachers). Toronto. Pippin.
Nitko, A.J. & Brookhart, S.M. (2011). Educational Assesment of Students. Upper Saddle River: Pearson Education, Inc.
Popham, J. (1995). Calssroom Assessment: What Teacher Need to Know. Needham. Allyn & Bacon.
Republik Indonesia. (2003). Undang- undang RI Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Sudjana, N. (2009). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Suherman, E.,dkk. (2003). Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Stringer, E.T., Christensen, L.M, & Baldwin, S.C. (2010). Integrating teaching, learning, and action research. thousand Oaks: SAGE Publication Inc.
Trianto. (2011). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep, Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana.
Widyantini, T. (2013). Penyusunan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Sebagai Bahan Ajar. Yogyakarta: PPPPTK Matematika.
Widjajanti, D. B. (2012). Teori Kecerdasan Majemuk: Apa dan Bagaimana Mengaplikasikannya dalam Pembelajaran Matematika. Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA, FMIPA UNY.
Yaumi, M. (2012). Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences. Jakarta: PT. Dian Rakyat.
Published
2017-01-15
Section
Articles